Bappeda Kota Padang Menyelenggarakan Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Kota Padang Tahun 2019

  • 27 Februari 2018
  • 99 Kali Dilihat
  • Super Administrator
  • Bappeda Kota Padang Menyelenggarakan Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Kota Padang Tahun 2019

    Forum dibuka oleh Walikota Padang yang diwakili oleh Staf Ahli Afrizal Chaidir (Senin/26 Februari 2018) menyatakan bahwa Rancangan Awal (Ranwal) RKPD ini meupakan salah satu rangkaian penyusunan rencana pembangunan daerah yang mengacu pada RPJMD Tahun 2014 – 2019. Harapannya dengan adanya Ranwal ini bisa lebih fokus dalam mengangkat tema dan prioritas pembangunan daerah untuk Tahun 2019. Forum ini dihadiri oleh Staf Ahli, Asisten Administrasi, Kepala OPD, Akademisi, BPS, Bundo Kanduang, dan lain-lain.

    Ranwal yang dimoderatori Sekretaris Bappeda Kota Padang, Elvira, SE.Akt.M.Si ini dimulai dengan pemaparan Kepala Bappeda mengenai hasil realisasi RPJMD sampai dengan Tahun 2017, dimana target yang tercapai sudah berada di angka 85,7%, proyeksi anggaran tahun 2019, permasalahan pembangunan daerah dan prioritas pembangunan daerah Tahun 2019. Setelah pemaparan dari Kepala Bappeda, dilanjutkan dengan tanggapan dari Kepala BPS Kota Padang, Dinas Catatan Sipil, dan Kepala DPMPTSP DR. Rudy Rinaldi. Menurut Rudy data yang ada bisa digunakan untuk merencanakan arah kebijakan pembangunan. Menurutnya perlu forum yang holistik untuk Tahun 2019, seperti Economic Forum. Untu mewujudkan misi ke dua Kota Padang yaitu menjadi kota Perdagangan, perlu perbaikan sistem mobilisasi masyarakat. Rudy mengusulkan berkaitan dengan 2019 adalah tahun akhir RPJMD 2014-2019, tema pembangunan yang diangkat untuk Tahun 2019 sebaiknya tentang public services (pelayanan publik).

    Narasumber yang hadir adalah Prof. Linda dari Universitas Andalas, Abrar dari Universitas Negeri Padang dan Taufik dari Universitas Islam Negeri Padang.. Menurut Prof. Linda untuk perbaikan ekonomi harus ditingkatkan kreativitas, dimana saat ini kehidupan sangat dinamis, terutama diakibatkan oleh kemajuan teknologi informasi, dimana saat ini berkembang sistem pemasaran dengan e-commerce. Untuk pemenuhan kebutuhan transportasi, infrastruktur harus dipersiapkan. Harus ada konsistensi antara perencanaan jangka panjang, jangka menengah dan jangka pendek, sementara saat ini kebanyakan pemerintah daerah hanya fokus pada jangka pendek. Perencanaan yang dilakukan harus terintegrasi, yaitu planning by designed, bukan planning by accident. Saat ini program prioritas masih berorientasi fisik, padahal tujuan jangka panjang adalah membangun manusia Indonesia yang berkualitas.